Writing

PERCEPATAN ALIH TEKNOLOGI UNTUK MENDUKUNG AGRIBISNIS KOPI BERKELANJUTAN

“Percepatan Alih Teknologi Untuk Mendukung Agribisnis Kopi Berkelanjutan” adalah tema dari kegiatan Temu Lapang Kopi 2011 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Bondowoso pada bulan Juni 2011. 

Kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap empat tahunan, kali ini menyajikan teknologi mutakhir secara utuh mulai dari penemuan varietas unggulan harapan, sistem perbanyakan tanaman kopi secara somatic embryogenesis (SE), pupuk dan pemupukan, pengendalian OPT secara hayati, integrasi budidaya kopi dengan ternak, pemanfaatan limbah kebun kopi untuk kompos dan biogas sampai dengan industri hilir kopi. 

Disamping itu, dalam kegiatan temu lapang kopi kali ini juga diadakan Festival Kopi Nusantara dengan harapan dapat membantu mempercepat perbaikan kualitas kopi. Hal yang menarik dari temu lapang tahun ini adalah dipadukannya dengan kegiatan Temu Bisnis Kopi, dengan harapan dapat sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi bisnis antar para pemangku kepentingan.

 Pada kesempatan ini Puslitkoka memperkenalkan varietas komposit harapan kopi Arabika tipe katai Andungsari3.com, merupakan hasil pemuliaan ketahanan terhadap penyakit karat daun. Dalam varietas ini sistem ketahanan disusun oleh banyak gen yang berasal dari beberapa genotipe berbeda namun secara morfologi menunjukkan keragaan serupa atau hampir sama, sehingga varietas tersebut seolah-olah memiliki sistem ketahanan horisontal yang bersifat lebih awet, tidak mudah patah jika muncul serangan ras baru jamur penyebab karat daun.
 Dari segi teknologi perbanyakan, Puslitkoka memperkenalkan teknologi perbanyakan massal kopi secra in vitro melalui somatic embryogenesis (SE), yaitu suatu teknik pengembangbiakan potongan jaringan tanaman di dalam media buatan yang steril. Teknologi ini didasari oleh sifat totipotensi sel, yaitu masing-masing sel khususnya yang masih muda seperti bagian akar, batang, daun ataupun bunga, mampu membentuk individu baru secara utuh yang mempunyai sifat identik dengan induknya. Dengan teknik ini mampu memperbanyak bahan tanaman secara massal, bibit yang dihasilkan bersifat klonal namun mempunyai sistem pertumbuhan serupa dengan tanaman asal.
 Disampaikan juga konsepsi Pengelolaan Nutrisi Tanaman Terpadu (PNTT) atau Integrated Plant Nutrient Management yaitu upaya memaksimumkan penggunaan masukan organik dari dalam kebun dan meminimumkan kehilangan hara serta menciptakan suplemen pupuk. Penggunaan tanaman penaung dalam budidaya kopi selain untuk memodifikasi ikim mikro bagi tanaman pokok juga penting dalam proses pengkayaan nutrisi di lapisan permukaan. Konsepsi ini sangat sesuai dengan kegiatan integrasi tanaman kopi dan ternak. 
 Dari hasil serangkaian pengkajian dapat disimpulkan : 1) PNTT mampu menurunkan input pupuk buatan dan adanya indikasi perbaikan kondisi pertanaman; 2) PNTT dengan ternak kambing maupun sapi cenderung meningkatkan produksi kopi Arabika maupun kopi Robusta. Disamping itu dari penjualan ternak juga dapat meningkatkan pendapatan petani pekebun.
 Beberapa teknologi yang disajikan oleh Puslitkoka tersebut sangat diperlukan untuk mendukung kebijakan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman kopi yang penerapannya ditempuh antara lain melalui :
·         Rehabilitasi/peremajaan kopi rakyat dengan benih dari klon unggul bermutu  melalui somatic embryogenesis (SE) maupun benih secara konvensional,
·         Konversi kopi Robusta dengan Arabika pada areal yang  sesuai,
·         Perluasan kopi Arabika, terutama di daerah Indonesia Timur,
·         Pilot proyek kopi specialty dan organik
·         Membangun usaha penangkaran benih
·         Integrasi tanaman kopi dengan ternak.
 Semoga dengan sinergitas yang berjalan ini diharapkan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman kopi menuju agribisnis kopi berkelanjutan dapat tercapai (TM).
Last Updated ( Monday, 18 July 2011 09:36 )

Comments are closed.